KONGBENG - Kemiskinan masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi bangsa Indonesia, rendahnya akses terhadap sumber daya yang terjadi dalam suatu sistem sosial budaya dan sosial politik kerap menyebabkan suburnya kemiskinan. Oleh karena itu, penting untuk menggalakkan strategi pengentasan kemiskinan melalui program sinergi pemberdayaan masyarakat.
Hal ini tertuang dalam sasaran pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang.
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor saat melakukan Kunjungan kerja (Kunker) sekaligus silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Kongbeng, Muara Wahau dan Telen membeberkan, orang miskin di Kaltim jauh lebih baik daripada rata-rata yang secara nasional.
Ia mengungkapkan, angka kemiskinan di Kaltim mencapai 6,3 persen, jauh berbanding terbalik dengan nasional yang rata-ratanya mencapai di atas 10 persen.
“Kalimantan Timur hanya 6,3 persen, jauh lebih bagus. Tapi secara pribadi saya bersama pak wakil gubernur masih belum puas. Target turun hingga 2 persen,” ucapnya, pada acara Silaturahmi yang digelar di Lapangan SP 3, Kecamatan Kongbeng, Rabu (23/8/2023) malam.
Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan tersebut juga perlu dipertimbangkan.
“Mudah-mudahan gubernur selanjutnya bisa terus menurunkan angka kemiskinan dan dapat memuaskan masyarakat Kalimantan Timur, khususnya masyarakat yang ada di Wahau, Kongbeng dan Telen ini,” harapnya.
Lebih jauh lagi, mantan Bupati Kutim periode 2014-2019 ini menyampaikan bahwa masyarakat yang ada di Kecamatan Muara Wahau, Kongbeng dan Telen jauh lebih baik dari segi tingkat kemiskinan daripada rata-rata yang ada di Kaltim.
“Memang tadi perekonomiannya bagus, sistemnya bagus, makanya tadi saya bilang lebih kurang Rp.75 miliar transaksi yang terjadi dalam sehari di masyarakat. Tidak pernah terjadi di wilayah lain di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Perlu diketahui, acara ini juga dihadiri oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati (Wabup) Kutim Kasmidi Bulang, Anggota DPR RI Nanang Sulaiman, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan Sulastin, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, Kabag Umum Setkab Kutim Misbachul Choir, Ketua DPMDes Yuriansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tamu undangan lainnya.
Penulis : Didi
Editor : Wak Hedir
#Catatan Kaki
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 11 desa persiapan dan 2 kelurahan.